Metafora atau perlambang menjadi salah satu cara yang efektif untuk memahami sebuah konsep yang rumit. Filosofi KHD mengenai asas Tri-Kon dapat dilambangkan sebagai sistem tata surya, di mana murid digambarkan sebagai planet yang mengorbit pada matahari (simbol nilai kemanusiaan) dalam garisnya masing-masing. Setiap planet berevolusi dengan kecepatan yang berbeda-beda, namun tak pernah berhenti bergerak (Syahril, 2018).
Selain metafora, cara lain untuk mengabadikan pemahaman dan pengalaman belajar kita adalah dengan karya seni. Jadi, mengapa kita tidak menciptakan sesuatu yang menarik mengenai filosofi pendidikan KHD? Membuat lagu, puisi, gambar, poster metafora, atau karya apapun tentu akan menyenangkan.
Penugasan 1.1.a.6 Demonstrasi Kontekstual Modul 1.1
Mendesain sebuah strategi dalam mewujudkan pemikiran KHD - "Pendidikan yang Berpihak pada Murid" dalam bentuk Infografis.
Penjelasan
Infografis Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara
Berikut ini penjelasan singkat dari infografis yang saya buat dari Canva, filosofo pemikiran Ki Hajar Dewantara
1. Pendidikan yang berpihak pada murid
Pendidikan harus berorientasi kepada murid sebagai prioritas utama
2. Memahami karakter murid
Setiap anak memiliki kodrat dan bakat yang berbeda antara anak satu dengan anak lainnya.
3. Menuntun murid sesuai kodratnya
Pendidik memberi tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan.
Kodrat alam dan zaman
Kodrat alam : pendidikan harus sesuai dengan lingkungan tinggal dan kearifan lokal murid
Kodrat zaman : pendidikan harus sesuai perspektif global, sesuai zaman
4. Pendidikan budi pekerti
Keseimbangan hidup antara cipta, rasa, karsa dan karya. Keselarasan hidup anak dilatih melalui pemahaman kesadaran diri yang baik tentang kekuatan dirinya kemudian dilatih mengelola diri agar mampu memiliki kesadaran sosial bahwa ia tidak hidup sendiri dalam relasi sosialnya sehingga ketika membuat sebuah keputusan yang bertanggungjawab.
