Jurnal Refleksi Dwi Minggu - Modul 2.1

 

Pembelajaran Untuk Memenuhi Kebutuhan Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi 


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Saya Rahmi Rauf, Calon Guru Penggerak Angkatan 10 Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Pada kesempatan ini saya akan menulis jurnal refleksi dwi mingguan pada modul 2.1 tentang Pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan murid melalui pembelajaran berdiferensiasi. Jurnal ini saya buat untuk melakukan refleksi diri setelah mempelajari modul 2.1. Saya menggunakan model 1 yaitu model 4F yaitu : Fact (peristiwa), Feeling (perasaan), Findings (pembelajaran), Future (penerapan) dalam penulis jurnal refleksi.

Model 1 : 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) 4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P, dengan pertanyaan sebagai berikut (disesuaikan dengan yang sedang terjadi pada saat penulisan jurnal):
  1. Facts (Peristiwa): Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau pada saat menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Apa hal baik yang saya alami dalam proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut?
  2. Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut.
  3. Findings (Pembelajaran): Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini? Apa hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini?
  4. Future (Penerapan): Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini?

  1. Facts (Peristiwa)

Tahapan kegiatan yang telah saya lalui pada modul 2.1 ini adalah pre-test, mulai dari diri, eksplorasi konsep, ruang kolaborasi, demonstrasi kontekstual, elaborasi pemahaman, koneksi antar materi, aksi nyata.
Kegiatan modul 2.1 diawali dengan pre-test. Setelah pre-test, Saya dan rekan- rekan mulai mempelajari materi mulai dari diri dan eksplorasi konsep secara mandiri pada LMS Pada hari Kamis, 6 Juni 2024. Kegiatan mulai dari pendahuluan, dimana kami disuguhi sebuah video “ Surat dari Instruktur”. Saya memperoleh pencerahan tentang anak yang lahir dengan keunikannya masing – masing. Sebagai pendidik, kita punya kewajiban untuk memastikan bahwa setiap anak medapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dengan cara terbaik yang sesuai untuk mereka. Praktik pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya dapat memaksimalkan potensi murid, namun juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk mempelajari berbagai nilai – nilai kehidupan penting. Nilai – nilai itu antara lain tentang indahnya perbedaan, menghargai, makna baru dalam kesuksesan, kekuatan diri, kesempatan, kesetaraan dan kemerdekaan belajar. Dimana nilai – nilai tersebut akan berkontribusi terhadap perkembangan diri mereka secara lebih holistik. Oleh karenanya kita sebagai pendidik perlu memahami bagaimana mempraktekkan pembelajaran berdiferensiasi
dan mengelola secara efektif. Kemudian pada sesi mulai dari diri saya dan rekan – rekan diajak untuk melakukan refleksi diri tentang bagaimana seorang guru dapat mengelola kelas dan memenuhi kebutuhan belajar murid-muridnya yang berbeda-beda. Kami di ajak untuk melihat keragaman yang ada pada kelas kami. Apa yang, Saya lakukan untuk melayani murid yang beragam agar proses pembelajaran menjadi lebih mudah. Adakah perlakuan yang berbeda yang Saya lakukan untuk melayani murid dengan kemampuan yang beragam. Tantangan-tantangan yang Saya hadapi dalam proses pembelajaran di kelas yang disebabkan oleh keragaman murid-murid. Bagaimana seharusnya pembelajaran itu dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi untuk mengakomodasi tantangan yang terkait dengan keragaman murid tersebut.

Kemudian pada tanggal 7 Juni 2024 Saya dan teman – teman mulai mengekplorasi konsep secara mandiri pada LMS dengan membaca materi. Kemudian dilanjutkan dengan ekplorasi konsep melalui diskusi pada LMS pada tanggal 10 Juni 2024. Kami mengamati dua buah video. Kemudian kami menggali informasi atau fakta apa yang disampaikan dalam video dan artikel tersebut. Kemudian kami menganalisa atau berefleksi diri dengan pertanyaan - pertanyaan berikut
  1. Informasi atau fakta apa yang disampaikan dalam video dan artikel tersebut?
  2. Gagasan baru apa yang Anda dapatkan dari video dan artikel yang Anda lihat?
  3. Apakah yang menurut Anda akan sulit diimplementasikan? Mengapa?
  4. Pertanyaan apakah yang masih Anda miliki atau klarifikasi apakah yang masih Anda perlukan terkait dengan isi video dan artikel tersebut?
Hasil dari penggalian informasi dan berefleksi diri kemudian kami diskusikan secara
asinkronius dengan rekan – rekan yang lain dengan saling memberikan komentar dan
umpan balik.
Kemudian pada eksprorasi konsep kami juga membuat kesimpulan tentang pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan pemahaman dengan menggunakan Diagram Frayer. Pada tanggal 11 Juni 2024 saya bertemu dengan rekan – rekan hebat lainnya dalam ruang kolaborasi. Kami mengawali kegiatan kami dengan berdoa. Setelah penjelasan dari Ibu fasilitator (ibu Andrianti) dan mengutarakan pengalaman dalam melakukan praktek berdiferensiasi kami mulai berdiskusi dalam kelompok kecil. Kami dibagi menjadi 4 kelompok. Saya sendiri bergabung pada kelompok 3 (SMP) yang terdiri dari saya Rahmi Rauf dan Delta Yuliana. Diskusi kami membahas tentang kasus pembelajaran berdiferensiasi, dan alhamdulillah berjalan dengan lancar. Kami menggunakan google doc. sebagai alat bantu kami mendokumentasikan hasil diskusi kami. Diakhir sesi pertemuan tidak lupa kami berdoa dan berfoto bersama untuk menambah semangat.

Rukol 1

Rukol 2

Pada tanggal 12 Juni 2024, saya dan rekan – rekan guru hebat bertemu kembali dalam ruang kolaborasi presentasi dan diskusi. Dengan didampingi ibu Andrianti selaku fasilitator, serta Bapak Arimyanto dan Ibu Astuti Mutoharoh selaku Pengajar Praktik, kami berdiskusi menganalisa kasus pembelajaran berdiferensiasi pada jenjang TK, SD, SMP, dan SMA. Kegiatan diskusi ini sangat menyenangkan dan banyak menambah pengetahuan baru, dan banyak juga masukan-masukan yang sifatnya membangun ditambah penguatan dari ibu fasilitator.

Pada hari yang sama di pagi hari, pendampingan individu (PI 2) dilaksanakan disekolah SMP Negeri 5 Terbanggi Besar, ibu Astuti selaku pengajar praktik mendampingi Diskusi membahas Visi dan prakarsa perubahan yang diikuti Kurang lebih 15 Orang guru. kegiatan diskusi berjalan lancar. banyak gagasan dan ide baru yang tercipta didiskusi ini, dan dicatat sebagai program yang akan dijalankan kedepannya.

PI 2 (Diskusi Visi dan Prakarsa Perubahan)

Kegiatan dilanjutkan pada tanggal 13 Juni 2024 yaitu demonstrasi kontekstual. Saya berusaha Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dapat menampung keberagaman murid (RPP berdiferensiasi).

Ditanggal 15 Juni 2024 Kami (CGP Angkatan 10) kab Lampung Tengah bertemu di Lokakarya 2 bertempat di SMP Negeri 1 Trimurjo. Banyak kegiatan yang dilakukan pada lokakarya ini. tujuan dari lokakarya ini adalah dapat menjelaskan kemajuan prakarsa perubahan modul 1.3 dan rencana penyampaian strategi penerapan disiplin positif. aksi nyata modul 1.4 serta menunjukkan kemampuan dalam memandu pembuatan keyakinan kelas, mempraktikkan segitiga restitusi. kegiatan sangat menyenangkan dan menambah wawasan serta menambah teman baru karena setiap lokakarya pasti ketemu teman-teman dari fasilitator yang berbeda.

Lokakarya 2

Pada tanggal 19 Juni 2024 Elaborasi pemahaman. Kami bertemu di ruang virtual (Gmeet) bersama ibu Instruktur Ibu Lili Nur Indah Sari. beliau banyak menjelaskan tentang Pembelajaran berdiferensiasi dan miskonsepsi tetang pembelajaran berdiferensiasi. dari penjelasan ibu Lili, menambah wawasan kami tentang pembelajaran berdiferensiasi. catatan penting yang saya garis bawahi adalah gaya belajar anak tidak harus selalu di zona nyaman mereka contohnya kalau Vidio jangan selalu menyajikan vidio tapi kita keluarkan dari zona nyaman mereka dengan mencoba hal baru yaitu dari vidio kita coba di kinestetik atau dari audio mencoba di kinestetik jadi anak juga bisa mengetahui / mempunyai pengalaman yang berbeda.

      2. Feelings ( Perasaan )

Saya merasa senang selama mempelajari modul 2.1 tentang Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi. Saya mempelajari bagaimana menyusun rencana, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran yang berpihak pada murid.

     3. Findings ( Pembelajaran)

Pembelajaran yang dapat saya petik dari kegiatan pada modul 2.1 ini adalah
  • Saya mengetahui kebutuhan belajar murid yang harus kita penuhi saat kegiatan belajar
  • Saya juga belajar bagaimana cara untuk mengetahui kesiapan belajar murid, profil belajar murid dan gaya belajar murid.
Saya juga belajar Tiga strategi pembelajaran berdiferensiasi, yaitu:
  1. Diferensiasi konten, Konten adalah materi yang diajarkan kepada murid. Perlu ada persiapan pemetaan kesiapan belajar, minat dan profil belajar murid, agar bahan ajar yang disiapkan sesuai dan dapat mengembangkan potensi yang dimiliki oleh murid. 
  2. Diferensiasi proses, mengacu pada bagaimana cara murid memahami atau memaknai apa informasi atau materi yang dipelajari. Saat kita telah memetakan kebutuhan murid, maka hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah bagaimana kebutuhan tersebut dapat terpenuhi. Bagiamana caranya? Kita berlu berpikir seberapa banyak jumlah bantuan yang perlu diberikan pada seorang murid. Prosesnya seperti apa yang perlu di siapkan. Guru dapat mengembangkan kegiatan bervariasi yang mengakomodasi beragam gaya belajar; visual, auditori dan kinestetik. Menggunakan pengelompokan yang fleksibel yang sesuai dengan kesiapan, kemampuan dan minat.
  3.  Diferensiasi produk, produk tagihan/unjuk kerja yang diharapkan dari murid setelah mempelajari suatu materi. Produk dapat berupa hasil tes, diskusi, pertunjukkan, pidato, diagram dan lainnya yang mencerminkan pemahaman murid terhadap materi yang telah dipelajari. Unjuk kerja berupa produk harus mencerminkan pemahaman siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran. diferensiasi produk meliputi dua hal yaitu memberikan tantangan dan memberikan siswa pilihan bagaimana mereka dapat mengekspresikan pembelajaran yang diinginkan. Sangat penting bagi guru untuk menentukan ekspetasi pada siswa, di antaranya menentukan : kualitas pekerjaan apa yang diinginkan, konten apa harus ada pada produk, Bagaimana cara mengerjakannya, Sifat dari produk akhir apa yang diharapkan.

       4. Future ( Penerapan)

Saya akan menerapkan ilmu- ilmu yang saya pelajari pada modul 2.1 tentang Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi. Saya akan membuat rencana pembelajaran berdiferensiasi, melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi di kelas yang saya ampuh.

Terimakasih
Salam Bahagia 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama