Jurnal Refleksi Dwi Minggu Modul 1.3

 Refleksi Tentang Visi Guru Penggerak

 

Assalamualaikum Wr.  Wb. Hai saya Rahmi Rauf CGP angkatan 10. saya akan merefleksikan kembali semua kegiatan pelatihan yang telah saya ikuti selama beberapa minggu terakhir. 

Jurnal refleksi dwi minggu pekan ke-3 ini akan menfokuskan pemahaman saya terhadap Modul 1.3 tentang Visi Guru Penggerak. saya akan menguraikan pemikiran, pengalaman dan pembelajaran yang saya peroleh dari modul 1.3.

Pada refleksi ini saya menggunakan Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Model ini dikembangkan oleh Ritchhart, Church dan Morrison (2011).

Connection: Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru Penggerak? 

Modul 1.2. tentang nilai dan peran guru penggerak telah saya pelajari. Pemahaman saya bertambah setelah mengikuti pembelajaran secara virtual bersama fasilitator dan juga instruktur, serta penugasan melalui LMS. Di modul 1.2. saya belajar mulai dari diri, eksplorasi konsep, membuat demonstrasi kontekstual, menyusun keterkaitan antar materi, membuat aksi nyata, sampai menyusun refleksi terkait nilai dan peran seorang guru penggerak. Pada modul 1.3. saya belajar tentang langkah strategis yang bisa saya lakukan untuk menyusun visi seorang guru penggerak, yang dimulai dari impian terhadap murid di masa depan sampai pada merumuskan visi sebagai guru penggerak. Visi yang telah disusun itu kemudian kita turunkan menjadi prakarsa-prakarsa perubahan sebagai tonggak-tonggak pencapaian yang akan mengantarkan kita dari waktu demi waktu ke jarak yang lebih dekat dengan visi yang telah kita susun. Visi yang telah disusun itu kemudian kita turunkan menjadi prakarsa-prakarsa perubahan sebagai tonggak-tonggak pencapaian yang akan mengantarkan kita dari visi yang telah kita susun.

Pernyataan prakarsa perubahan bukanlah slogan, bukan pula judul kegiatan. Pernyataan prakarsa perubahan adalah gambaran upaya nyata yang memungkinkan gotong-royong dalam meningkatkan kualitas pembelajaran murid berbasis aset/kekuatan, ditulis dalam bentuk kalimat, dimulai dengan kata kerja dan memanfaatkan kata, frasa, atau diksi yang kuat dalam rangkaian kalimatnya, sedemikian rupa, sehingga mudah dipahami maksudnya dan dapat menstimulasi bayangan akan inisiatif/tindakan/kegiatan yang harus dijalankan demi mewujudkannya. setelah kita memiliki prakarsah perubahan maka akan berlanjut ke tindakan yaitu manajemen perubahan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang dapat meningkatkan kreatifitas murid.


Challenge: Adakah ide, materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang Anda jalankan selama ini? 

Ide dan materi serta pendapat yang dijelaskan oleh narasumber secara garis besar sama dengan praktik yang telah saya lakukan. dengan adanya materi dari narasumber semakin memperjelas langkah saya kedepan. Pada tahap elaborasi konsep semakin memperkuat pemahaman saya tentang nilai dan peran guru penggerak serta visi yang menjadi mimpi saya tentang murid di masa yang akan datang. Dalam upaya mewujudkan sekolah impian dan melakukan proses perubahan, diperlukan partisipasi semua warga sekolah, waktu, dan bersifat bertahap. Hal- hal tersebut merupakan tantangan bagi saya. Untuk melakukan proses perubahan dibutuhkan orang- orang mau berinovasi dan terbuka dengan perubahan zaman, karena pendidikan harus sesuai dengan kodrat alam dan zaman.

Concept : Ceritakan konsep-konsep utama yang Anda pelajari dan menurut Anda penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak? 

Ada beberapa konsep utama yang saya pelajari dan menurut saya harus terus saya jalankan selama menjadi calon guru penggerak atau bahkan nanti setelah saya menjadi guru penggerak, Konsep yang pertama yaitu nilai dan peran guru penggerak pada modul 1.2. Nilai-nilai guru penggerak harus dapat saya implementasikan ke dalam kegiatan pembelajaran. Dalam menjalankan peran seorang guru penggerak harus mampu mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Potensi diri ini diperlukan agar seorang guru penggerak dapat menjalankan perannya sebagai pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, mendorong kolaborasi antar guru, menjadi coach bagi guru lain, serta mewujudkan kepemimpinan murid. Nilai dan peran guru penggerak yang dimliki menjadi bekal bagi seorang guru penggerak agar dapat menjadi teladan dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila. Konsep yang kedua yang saya pelajari adalah tentang visi guru penggerak. Konsep nilai dan peran guru penggerak menjadi landasan bagi saya untuk merumuskan visi guru penggerak pada modul 1.3. Saya mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengaitkan nilai dan peran guru penggerak dengan visi yang ingin saya wujudkan. Impian dan bayangan saya tentang murid di masa depan, dukungan lingkungan pendidikan yang saya harapkan sampai kepada merangkai kata untuk menjadi sebuah visi yang mendalam yang menjadi cita-cita luhur di masa yang akan datang. Pada modul 1.3 ini juga saya mempelajari tentang pendekatan inkuiri apresiatif, yaitu pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif, berbasis kekuatan, dan positif. Model yang digunakan dari pendekatan inkuiri apresiatif ini adalah Prakarsa perubahan BAGJA (Buat pertanyaan, Ambil pelajaran, Gali mimpi, Jabarkan rencana, dan Atur eksekusi). Model BAGJA adalah ilmu baru yang saya dapatkan setelah mengikuti program guru penggerak ini. Biasanya upaya penyusunan visi diawali dengan permasalahan di sekolah yang kadang menurunkan motivasi untuk melakukan perubahan. Sedangkan pada tahapan BAGJA kita diajak mengidentifikasi hal baik yang ada di sekolah, mencari cara agar hal baik tersebut bisa dipertahankan, dan memunculkan strategi untuk mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik.

Change: Apa perubahan dalam diri Anda yang ingin Anda lakukan setelah mendapatkan materi pada hari ini?

Setelah mempelajari materi, berdiskusi diruang virtual bersama fasilitator dan dipantau dengan pengajar praktik maka saya merasakan ada perubahan dalam diri saya, Perubahan dalam diri saya setelah mempelajari materi visi guru penggerak ini adalah tercerahkan. Saya tercerahkan dengan pengetahuan baru yaitu pendekatan inkuir apresiatif dengan model BAGJA. Dengan tercerahkannya maka munculnya tekad yang kuat pada diri saya untuk melakukan perubahan dimulai dari diri saya sendiri, dan menjadi contoh / teladan orang yang berada disekitar kita. Munculnya kesadaran pada diri saya betapa pentingnya sebuah contoh perilaku yang menjadi teladan dalam sebuah perubahan. Dalam merespon dan menghadapi permasalahan yang terjadi baik dalam dalam kegiatan pembelajaran maupun masalah yang terjadi di lingkungan sekitar harus lebih menggunakan pemikiran dan nalar yang panjang,  Tumbuhnya motivasi yang kuat pada diri saya untuk berkontribusi secara aktif mengembangkan ilmu pengetahuan yang saya kuasai dalam berbagai kegiatan IHT dan workshop, forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran untuk mengoptimalkan peran saya sebagai guru penggerak, Timbulnya kesadaran pada diri saya betapa pentingnya visi seorang guru penggerak untuk mewujudkan impian tentang murid di masa depan. 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama