Jurnal Refleksi Dwi Minggu Modul 1.2

 Refleksi Tentang Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak



Hai saya Rahmi Rauf CGP angkatan 10. saya akan merefleksikan kembali semua kegiatan pelatihan yang telah saya ikuti selama beberapa minggu terakhir. 

Hal ini merupakan salah satu tugas yang harus saya lakukan dalam rangka program pendidikan guru penggerak.

Jurnal refleksi dwi minggu pekan ke-2 ini akan menfokuskan pemahaman saya terhadap Modul 1.2 tentang Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak. saya akan menguraikan pemikiran, pengalaman dan pembelajaran yang saya peroleh dari modul 1.2.

Pada bagian 2 ini saya menggunakan model refleksi 4F yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway yang terakhir, yaitu Facts (Peristiwa), Feelings (Perasaan) Findings (Pembelajaran), Future (Penerapan) 

Facts (Peristiwa)

Banyak pengalaman dan ilmu yang saya peroleh selama dua minggu mempelajari modul 1.2, yaitu Mulai dari diri, saya belajar tentang trapesium usia, dimana saya menceritakan masa lalu yang menyenangkan dan masa lalu yang menyedihkan selama sekolah. 

Pada tahap ekplorasi konsep saya belajar tentang bagaimana cara kerja otak manusia berdasarkan berfikir lambat dan berfikir cepat. Artinya kita sebagai seorang pendidik harus membiasakan diri untuk berfikir lambat atau pelan supaya tidak terburu-buru dalam menilai dan memutuskan sesuatu. 

Saya juga belajar tentang lima dasar kebutuhan manusia yaitu : Kebutuhan bertahan hidup, Kasih sayang dan rasa diterima, Kekuasaan dan penguasaan, Kebebasan dan Kesenangan.

Selanjutnya saya belajar tentang tahap tumbuh kembangan anak, wiraga-wirama. Serta tahap perkembangan psikososial menurut Erik Erikson.

Dengan mengetahui psikososial yang berhubungan dengan tahap perkembangan anak, kita menjadi lebih paham dan mengerti tentang anak dan setiap tahap perkembangannya.

Pada modul ini juga saya mempelajari nilai-nilai dan peran yang harus dimiliki guru penggerak yaitu :
Nilai-Nilai Guru Penggerak:
1. Berpihak pada murid
2. Mandiri
3. Reflektif
4. Kolaboratif
5. Inovatif

Peran Guru Penggerak :
1. Menjadi Pemimpin Pembelajaran
2. Menjadi coach Bagi guru lain
3. Mendorong Kolaborasi
4. Mewujudkan Kepemimpinan murid
5. Menggerakkan komunitas praktisi

Pada tahap selanjunya saya dan rekan CGP lainnya mengadakan diskusi tentang ekplorasi konsep yaitu satu dari nilai-nilai guru penggerak yang telah membantu saya dalam melayani murid saya dengan lebih baik dan juga 10 kegiatan disekolah yang saya anggap masuk sebagai contoh penerapan dari guru penggerak, diruang chat yang sudah ditentukan oleh fasilitator.

Lalu pada tahap kolaborasi saya dan rekan guru penggerak satu fasilitator dengan kelompok yang sudah ditentukan berdiskusi tentang satu peran yang dimiliki masing-masing guru penggerak yang memiliki satu kekuatan atau nilai. Kegiatan ini dijadwalkan 2 kali pertemuan yaitu pertemuan pertama diawali diskusi kelompok secara virtual dan pertemuan selanjutnya presentasi masing-masing kelompok yang dilakukan secara virtual dengan room yang sudah ditentukan.

Feelings (Perasaan)

Saya menyadari bahwa saya belum sepenuhnya menerapkan pemikiran Ki Hajar Dewantara, saya masih perlu banyak belajar dan menerapkannya di sekolah. Dengan mengigat hal tersebut saya semakin yakin dan semangat untuk mendalami nilai-nilai dan peran guru penggerak agar dapat dilaksanakan di sekolah dan menciptakan pembelajaran yang berpihak kepada murid.

Findings (Pembelajaran)

Setelah mempelajari modul 1.2 saya lebih memahami peran yang dapat saya terapkan sebagai guru penggerak.

Memahami bahwa nilai-nilai guru penggerak yang dipelajari di modul 1.2 menguatkan peran guru penggerak untuk membawa perubahan seperti pembelajaran berpusat pada murid, murid memiliki kodrat alam dan zaman, pembelajaran tidak hanya berfokus pada ranah kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik.

Future (Penerapan)

Materi yang sudah dipelajari pada modul 1.2 dapat diimplementasikan sesuai dengan nilai dan peran guru penggerak.

Mulai menerapkan pembelajaran yang berpihak kepada murid yaitu mengutamakan kepentingan  murid dengan cara :
  • Merancang media pembelajaran yang mendukung kebutuhan peserta didik (berdiferensiasi)
  • Melakukan asesment diagnostif di awal pembelajaran
  • Membuat suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. 
Berkolaborasi dengan teman sejawat, berbagi praktik baik, dan membangun ruang diskusi positif, merefleksi pembelajaran yang telah laksanakan dan menjadikan refleksi sebagai bahan perbaikan pembelajaran yang akan datang dan selalu mengembangkan kompetensi diri.



Salam bahagia
Terimakasih


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama