Eksplorasi Konsep - Modul 3.1Kasus Dilema Etika
Kasus 1
Ibu Dini adalah kepala
sekolah SMA Insan Gemilang. Ia seorang kepala sekolah yang cerdas, berbakat,
dan juga inovatif. Ia juga memiliki pembawaan yang supel dan
menyenangkan. Setiap pagi bu Dini akan meluangkan waktu untuk berjalan
berkeliling sekolah, mengunjungi kelas-kelas, menyapa guru-guru, dan
mendengarkan cerita mereka dan memberi mereka semangat. Murid-murid dan
guru-guru akrab dengan Bu Dini. Anggota komunitas sekolah memiliki
hubungan yang positif dengannya, dan mereka menaruh kepercayaan yang tinggi
padanya.
Selain sebagai seorang
kepala sekolah, Ibu Dini juga seorang wirausahawan yang sukses dalam bidang
kuliner. Selama ini ia dapat membagi waktunya dengan baik. Ia tidak pernah
mencampuradukkan urusan pekerjaannya di sekolah dengan bisnisnya.
Semakin lama bisnis
kuliner Ibu Dini berkembang pesat. Bisnisnya mendapat penghargaan dari
pemerintah sebagai UKM berprestasi dan Ibu Dini mendapat hadiah berupa
pelatihan bisnis selama 3 bulan di bawah bimbingan mentor-mentor pebisnis yang
sukses. Ini artinya Ibu Dini harus meninggalkan sekolahnya selama 3 bulan
karena lokasi pelatihan di luar kota. Padahal baru-baru ini ia banyak
mendapat laporan bahwa sedang banyak terjadi permasalahan di SMA Insan
Gemilang, sekolah yang ia pimpin. Guru-guru mulai menurun motivasi kerjanya,
siswa-siswa banyak yang melanggar peraturan, dan orangtua murid yang mengeluh
karena menurunnya kualitas pendidikan di SMA Insan Gemilang.
Bila ia mengikuti
program pelatihan bisnis itu, artinya ia harus meninggalkan sekolah lagi
selama 3 bulan di tengah kondisi sekolah yang sedang membutuhkan kehadirannya.
Di sisi lain ia sangat ingin mengikuti program tersebut karena ia yakin akan
mendapat banyak ilmu untuk mengembangkan bisnis kulinernya. Ada dilema antara
kepentingannya sebagai individu dan kepentingan orang banyak yaitu warga
sekolah di sini. Manakah yang sebaiknya ia pilih?
Tugas Anda
Setelah membaca kasus
tersebut diatas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Siapa yang menghadapi dilema? Bu Dini.
- Apakah dua kebenaran yang ada? Adalah benar jika bu Dini igin mengikuti pelatihan bisnis selama 3 bulan di bawah bimbingan mentor-mentor pebisnis yang sukses Karena ia yakin akan mendapat banyak ilmu untuk mengembangkan bisnis kulinernya. Tapi benar juga jika ia merasa dilema Karena dia ia harus meninggalkan sekolah lagi selama 3 bulan di tengah kondisi sekolah yang sedang membutuhkan kehadirannya.
- Paradigma mana yang terjadi pada kasus ini? Dilema kepentingan pribadi lawan kepentingan orang banyak.
- Dapatkah lebih dari satu dilema, berlaku untuk kasus yang sama? Bila iya, yang mana dan mengapa?Iya. yaitu kepentingan mengembangkan bisnisny dan tanggung jawab dan kewajiban yang harus dilaksanakan di sekolah yang beliau pimpin.
Kasus 2
Hari ini murid-murid
kelas 8 di SMP Pelita senang sekali karena mereka akan melakukan studi lapangan
ke Taman Safari Cisarua Bogor sebagai bagian dari pelajaran Biologi. Untuk
mengikuti studi lapangan ini, setiap murid harus membayar biaya ekstra. Ada 3
murid yang belum membayar oleh karena itu mereka tidak akan mengikuti studi
lapangan ini, salah satunya adalah Danang, seorang murid yang sangat cerdas,
suka belajar Biologi, dan bercita-cita menjadi seorang dokter hewan.
Murid-murid yang tidak bisa mengikuti studi lapangan sudah diberikan tugas
pengganti oleh guru Biologi, yaitu mengamati hewan dan perilakunya, yang secara
substansi sama dengan tugas yang dilakukan murid-murid lain yang berstudi
lapangan ke Taman Safari.
Ketika
murid-murid sedang sibuk mempersiapkan diri untuk naik ke dalam bus pariwisata
yang akan membawa mereka ke Taman Safari, Ibu Dita, guru Biologi sekaligus
ketua panitia studi lapangan ini, melihat Danang datang ke sekolah bersama
orangtuanya. Danang membawa ransel dan terlihat siap untuk bergabung dalam
kegiatan ini. Orangtua Danang mengatakan pada Ibu Dita bahwa anaknya sangat
ingin mengikuti kegiatan ini, dan memohon agar Danang diperbolehkan
mengikutinya dan mereka berjanji akan membayar dengan cara mencicil. Ibu
Dita bingung sekali dengan situasi tersebut. Akhirnya Ibu Dita pun mengajak
orang tua Danang untuk bertemu dengan kepala sekolah, Pak Pandu.
Bila Anda berada dalam
posisi Pak Pandu, apa yang akan Anda lakukan? Menurut peraturan, Danang tidak
bisa mengikuti program studi lapangan karena belum membayar biayanya, namun Pak
Pandu sadar betul, kalau ia menerapkan peraturan itu, Danang akan sedih dan
kecewa, karena ia sudah mempersiapkan diri dan sangat ingin mengikuti
kegiatan, namun bila Pak Pandu memperbolehkan, bagaimana dengan murid
lain yang juga belum membayar dan memutuskan untuk tidak ikut?
Tugas Anda
Setelah membaca kasus tersebut diatas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Siapa yang menghadapi dilema? Pak Pandu
- Apakah dua kebenaran yang ada? Adalah benar jika tokoh tersebut mengikuti danang dalam program study Lapangan Karena Danang sudah mempersiapkan diri dan sangat ingin mengikuti kegiatan bahkan orang tuannya berjanji akan membayar dengan cara mencicil Tapi benar juga jika dia tidak mengikuti Danang dalam program study lapangan Karena Danang belum membayar biayanya dan kasihan murid lainyang juga belum membayar dan memutuskan untuk tidak ikut.
- Paradigma mana yang terjadi pada kasus ini? Rasa keadilan lawan rasa kasian. Dilema bersikap adil dengan tidak mengikuti Danang lawan rasa kasihan karena Danang sudah mempersiapkan diri, dia sangat ingin mengikuti kegiatan.
- Dapatkah lebih dari satu dilema, berlaku untuk kasus yang sama? Bila iya, yang mana dan mengapa? Dapat yaitu individu lawan kelompok karena berkaitan antara kepentingan Danang dengan kepentingan teman yang lainnya.
Kasus 3
Anda adalah seorang
kepala sekolah di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) swasta. Pak Doddy
adalah seorang guru Matematika di sekolah yang Anda pimpin. Ia adalah guru yang
kompeten dan memiliki semangat belajar yang tinggi. Ia menguasai bidang
yang diajarkan, dan metode mengajarnya juga mudah dimengerti oleh murid-murid,
namun ia memiliki beberapa masalah dalam pengendalian emosi, pengelolaan waktu,
dan integritas. Beberapa kali Anda mendapat keluhan baik dari murid-murid
maupun orang tua murid bahwa Pak Doddy kerap marah-marah pada murid-muridnya
ketika ia kecewa pada sikap atau kinerja mereka.
Pak Doddy juga kerap
kali terlambat dalam menyelesaikan tanggung jawabnya, seperti membuat Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran, membuat soal ujian, dan juga mengisi nilai rapor
murid. Kejadian terakhir, Pak Doddy terbukti memanipulasi laporan keuangan
kepanitiaan kegiatan studi wisata kelas 7 ke Yogya, dimana ia menjadi
bendaharanya. Anda telah menyampaikan keluhan-keluhan murid-murid dan orang tua
murid pada Pak Doddy, menegurnya atas tindakan memanipulasi laporan
keuangan, dan membimbingnya untuk memperbaikinya, namun tidak terdapat
perbaikan apa-apa. Akhirnya di akhir tahun ajaran, Anda memutuskan untuk tidak
memperpanjang kontrak kerja Pak Doddy.
Pak Doddy dapat
menerima keputusan sekolah. Ia segera mencari pekerjaan baru dengan melamar ke
beberapa sekolah. Pak Doddy juga secara personal meminta Anda untuk memberikan
rekomendasi bila ada sekolah yang memintanya. Anda pun mengiyakannya. Pada
suatu hari, Anda mendapat email dari bagian Sumber Daya Manusia/SDM, SMA Cahaya
Hati yang meminta Anda mengisi lembar rekomendasi mengenai kinerja Pak Doddy
sehubungan dengan lamaran Pak Doddy ke sekolah tersebut sebagai Koordinator
Guru Matematika. Di formulir itu ada beberapa pertanyaan tentang pengendalian
emosi, pengelolaan waktu, dan integritas.
Anda paham betul bahwa
kalau Anda mengisi formulir dengan sebenar-benarnya, Pak Doddy tidak akan
mendapatkan pekerjaan tersebut. Sekolah tersebut adalah sekolah yang baik, dan
posisi yang dituju adalah posisi yang strategis. Anda juga tahu, sebagai kepala
keluarga dengan istri yang tidak bekerja dan 3 anak yang masih kecil-kecil, Pak
Doddy sangat membutuhkan pekerjaan ini. Apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda
akan mengisi formulir tersebut dengan apa adanya, atau akan Anda buat sedikit
lebih baik dari fakta yang terjadi? Apa pertimbangan Anda ketika melakukan hal
tersebut?
Tugas Anda
Setelah membaca kasus tersebut diatas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Siapa yang menghadapi dilema? Kepala sekolah di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) swasta.
- Apakah dua kebenaran yang ada? Adalah benar jika tokoh tersebut mengisi formulir dengan sebenar-benarnya Karena seusai dengan kenyataan yang terjadi Tapi benar juga jika dia membuat sedikit lebih baik dari fakta yang ada (terjadi) Karena dapat membantu Pak Doddy diterima kerja
- Paradigma mana yang terjadi pada kasus ini? Kebenaran lawan kesetiaan. Dilema kebenaran dengan mengisi formulir sesuai kenyataan (sebenarnya) lawan kesetiaan pada komitmen
- Dapatkah lebih dari satu dilema, berlaku untuk kasus yang sama? Bila iya, yang mana dan mengapa? Dapat, yaitu rasa keadilan lawan rasa kasihan karena berlaku adil dengan memperlakukan hal yang sama bagi semua orang lawan membuat pengecualian dengan alasan kemurahan hati dan kasih sayang.
Kasus 4
SMA Permata adalah
sekolah swasta berlokasi di Jakarta dengan banyak prestasi yang membanggakan.
Setiap tahunnya animo masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke
sekolah selalu tinggi. Hal ini tidak terlepas dari peran yayasan yang
menaungi sekolah tersebut yang selalu memperhatikan kepentingan para guru-guru
sekolah tersebut.
Tahun ini, seperti
biasa yayasan akan mengadakan rapat kerja dimana para kepala sekolah harus
melaporkan kegiatan tahun ajaran yang telah berjalan dan mempresentasikan
rencana kegiatan dan anggaran sekolah untuk tahun ajaran depan.
Bapak Zulkarnain,
sebagai kepala sekolah mengajukan dua program untuk para guru yaitu program
pelatihan guru tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran, dan
program outbound team building guru ke Puncak, Ciawi. Namun
ketua yayasan meminta Bapak Zulkarnain untuk memilih salah satu program saja,
tidak bisa dua-duanya karena anggaran tahun depan juga akan dialokasikan untuk
pembangunan gedung perpustakaan yang baru, mengingat perpustakaan yang lama
sudah tidak memadai untuk jumlah murid yang semakin bertambah.
Pak Zulkarnain menjadi
bimbang, di satu sisi program pelatihan ini sangat dibutuhkan guru-guru. Dalam
jangka panjang guru-guru mau tidak mau harus harus terampil menggunakan
teknologi dalam pembelajaran untuk menunjang proses pembelajaran yang
interaktif, menarik, dan bermakna bagi murid-murid. Dari hasil supervisi
akademik yang dilakukan Pak Zulkarnain dan tim bidang akademik, sebagian besar
guru-guru belum terampil menggunakan teknologi dalam pembelajaran.
Namun Pak Zulkarnain
juga memahami, setelah hampir 2 tahun masa pandemi dan pembelajaran dilakukan
secara daring, ditinjau dari aspek sosial dan emosional, para guru membutuhkan
program outbound ini untuk memperkuat ikatan emosi dan sosial
antar mereka agar dapat kembali bekerja sama dalam sebuah tim dengan baik,
serta bersemangat kembali ke sekolah menyambut murid-murid belajar dalam
pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).
Bila Anda berada dalam
posisi Bapak Zulkarnain, apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan memilih
program pelatihan guru dalam bidang teknologi atau melaksanakan program outbound
team building? Apa alasannya?
Tugas Anda
Setelah membaca kasus tersebut diatas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
- Siapa yang menghadapi dilema? Bapak Zulkarnain, Kepala sekolah SMA Permata.
- Apakah dua kebenaran yang ada? Adalah benar jika tokoh tersebut memilih program pelatihan guru dalam bidang teknologi karena sangat dibutuhkan guru untuk menunjang proses pembelajaran yang interaktif, menarik, dan bermakna bagi murid-murid. Karena jangka panjang guru-guru mau tidak mau harus harus terampil menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Tapi benar juga jika dia memilih program outbound team building Karena para guru membutuhkan program outbound ini untuk memperkuat ikatan emosi dan sosial antar mereka agar dapat kembali bekerja sama dalam sebuah tim dengan baik, serta bersemangat kembali ke sekolah menyambut murid-murid belajar dalam pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT).
- Paradigma mana yang terjadi pada kasus ini? Jangka pendek lawan jangka panjang
- Dilema memilih program outbound team building dalam jangka pendek lawan memilih program pelatihan guru dalam bidang teknologi untuk manfaat jangka panjang.
- Dapatkah lebih dari satu dilema, berlaku untuk kasus yang sama? Bila iya, yang mana dan mengapa? Dapat, yaitu individu lawan kelompok karena membuat pilihan antara apa yang benar untuk satu orang atau kelompok kecil lawan kelompok yang besar