EKSPLORASI KONSEP - MODUL 3.1
TUGAS MANDIRI
Tujuan Pembelajaran Khusus
- CGP dapat menjelaskan pentingnya konsep pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin dalam sekolah sebagai institusi moral.
- CGP dapat menjelaskan pentingnya pengambilan keputusan seorang pemimpin yang berdasarkan 3 unsur yaitu berpihak pada murid, bertanggung jawab, serta berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal.
- CGP bersikap reflektif, kritis, dan terbuka dalam menganalisis nilai-nilai kebajikan yang terkandung dalam sebuah pengambilan keputusan dilema etika.
Studi Kasus:
- Temuilah seorang rekan kerja Anda, dan tanyakan kesediaannya memberikan pendapatnya tentang studi kasus di atas.
- Analisis jawaban Anda dan rekan Anda, apakah berbeda, atau sama?
- Tuliskan tanggapan Anda dan rekan Anda terhadap kasus Bapak Seto, beserta analisis Anda terhadap kedua jawaban tersebut.
Jika saya Pak Seto, saya
akan pahami dulu situasi yang terjadi, setelah itu mencari solusi yang terbaik
untuk semua pihak. Dengan cara mendengarkan kedua guru tersebut dengan penuh
perhatian, baik keluhan/ laporan bu Sri maupun alasan bu Tati atas tindakan
yang dilakukan. Menggali informasi lebih lanjut yaitu memahami apakah ada
alasan lain yang kuat sehingga bu Tati mengambil tindakan tersebut. Selain itu
saya juga akan mengajak diskusi mencari solusi terbaik yang lebih efektik, atau
cara lain yang bisa bu Tati berikan tanpa hukuman fisik.
Pendekan yang saya lakukan
lebih kepada pendekatan personal, diskusi tanpa menghakimi, pendekatan berfokus
pada situasi dan mencari solusi terbaik.
Yang melatarbelakangi
keputusan saya untuk lebih mengenal dengan dekat(personal bu Tati) dan menggali
potensi (ide) yang lebih baik lagi demi kebaikan murid itu sendiri.
Tanggapan Rekan sejawat (Bu Dedeh)
Pada tahap awal saya akan
mendengarkan aduan dari bu Sri, lalu mendengarkan hal tersebut secara seksama,
setelah itu saya meminta pendapat Bu Sri, apa yang akan dilakukan bu Sri ketika
menjumpai siswa yang tidak mengerjakan PR. Tahap berikutnya, untuk mengkroscek
kebenaran laporan bu Sri, saya juga memanggil bu Tuti dan bertanya bagaimana
kronologi sampai siswa tersebut dijemur dilapangan basket. Saya tidak akan
menjust Benar atau Salahnya, tindakan yang dilakukan oleh bu Tuti saat kami
berkomunikasi, saya memberikan masukan yang lebih humanis dalam menangani siswa
yang bermasalah, yaitu melaksanakan proses disiplin positif, yaitu menumbuhkan
disiplin yang didorong dalam diri anak tanpa hukuman dan hadiah.
Dasar pemikiran saya ini
adalah berlandaskan pada nilai kebajikan universal bahwa cinta kasih menjadi
landasan utamanya